Bagaimana status Software Open Source Enterprise?

- Kategori: News,

Bagaimana status Software Open Source Enterprise?

Beberapa orang masih beranggapan bahwa software open source masih berjuang melawan dominasi software proprietari, benarkah demikian? Laporan tahunan Redhat justru menunjukkan hal sebaliknya, hanya satu persen enterprise yang benar-benar mengabaikan pentingnya software open source.

Open source telah berkembang selama dua dekade terakhir menjadi landasan lanskap TI modern. Inti dari revolusi open-source adalah konsep open source enterprise, yaitu perangkat lunak yang digawangi dan didukung dengan cara yang membuatnya lebih mudah bagi perusahaan untuk mengkonsumsi dan menggunakan dengan cara yang stabil dan dapat diprediksi. Salah satu vendor terkemuka di dunia software open source enterprise adalah Red Hat, yang memiliki portfolio open-source enterprise yang terus berkembang, termasuk platform Linux, pengembang, cloud dan container.

Laporan tersebut dibuat dari hasil wawancara dengan 950 pimpinan IT di perusahaan besar seluruh dunia. Poin dari laporan terseut adalah:

  1. Open source penting bagi perusahaan
    Dalam laporan tersebut, bos Redhat Jim Whitehurst mengatakan, “pertanyaannya bukan lagi apakah perlu mengadposi software open source, tetapi kapan dan bagaimana”.
    Lebih dari dua pertiga responden survey menyatakan bahwa software open source penting atau sangat penting bagi perusahaan mereka.

  2. Software open source enterprise digunakan pada banyak aplikasi
    • 45% untuk pengembangan website,
    • 42% untuk big data dan analitik,
    • 43% untuk pengelolaan cloud, dan
    • 41% untuk database.
  3. Biaya kepemilikan menjadi kunci
    Ada banyak keuntungan yang didapat dengan penggunaan software open source. Secara umum dalam kategori utama, sepertiga responden menyebut keuntungan utamanya adalah biaya kepemilikan yang lebih rendah.

  4. Keamanan masih dianggap hambatan
    Hambatan utama penyerapan open source pada enterprise menurut riset ini menyatakan 48%-nya adalah masalah keamanan, sementara 35% dari dukungan vendor yang dirasa kurang.

  5. Penggunaan software open source terus berkembang
    Dalam 12 bulan terakhir, 68% responden menyatakan penggunaan software opensource dalam perusahaannya terus berkembang, dan dalam 12 bulan mendatang 59% menyatakan akan terus mengembangkan penggunaannya.

  6. Container adalah masa depan
    Saat ini container lebih banyak digunakan dengan Linux, sebuah tren yang membantu DevOps belakangan ini. Dalam 12 bulan ke depan 67% responden dalam survey menyatakan mereka akan meningkatkan penggunaan container.

Laporan asli berupa e-book berformat PDF ini bisa anda unduh di situs Redhat.

Arief
Arief Tukang tulis, tukang mengkhayal, tukang sablon, tukang mie ayam, tukang ojek, sekarang nyoba nulis di blog ini. Kali aja bisa. Amiin...
comments powered by Disqus